Kamis, 31 Oktober 2013

Tugas Tulisan Manajemen



Pada dua perusahaan bagian pemasaran yang saling bersaing dalam satu organisasi, kedua bagian tersebut saling berlomba-lomba mencapai atau memenuhi kuota penjualan yang paling banyak. Konflik disini lebih banyak disebabkan oleh sifat dasar manusia yang lebih cenderung tidak pernah merasa puas akan apa yang dia telah raih. Sifat-sifat dasar yang dipacu dengan adanya persaingan maka akan menjadi lebih memanas. Selain itu ketidakpuasaan tersebut akan menimbulkan koflik pada organisasi. Bisa saja diantara anggota tersebut ada yang bermain curang tanpa sepengetahuan anggota lain.
            Konflik tersebut termasuk dalam konflik antar individu dan kelompok. Konflik ini berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Misalnya salah satu anggotanya tidak mengikuti aturan dalam organisasi tersebut maka orang tersebut akan mendapatkan hukuman dari anggota yang lain.

    
Pengertian Konflik
            Konflik dapat diartikan sebagai ketidak setujuan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena menjalankan kegiatan bersama-sama dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda.

Dalam berorganisasi antar individu banyak sekali konflik yang terjadi karena karakteristik individu yang berbeda-beda presepsi. Dalam hal berorganisasi kita memerlukan sikap yang tegas dalam menentukan alur organisasi dan mempunyai sikap kepemimpinan.



Sumber :     Sedyana. 1998. Manajemen dan Organisasi Produksi. Jakarta : Erlangga

POAC


Definisi Organisasi

Pengorganisasian adalah penerapan struktur peran-peran melalui penentuan aktivitas-aktivitas, pengelompokan aktivitas, penugasan kelompok aktivitas, pengkoordinasian hubungan antar wewenang serta informasi baik secara vertikal maupun horizontal, yang dibutuhkan organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

1. Organisasi sebagai alat manajemen
Organisasi sebagai alat manajemen adalah organisasi sebagai wadah/tempat manajemen sehingga memberikan bentuk bagi manajemen yang memungkinkan manajemen dapat bergerak. Organisasi sebagai alat organisasi dalam arti statis (tetap atau tidak bergerak).
2. Organisasi sebagai fungsi manajemen
·         “a group of people”, yaitu kelompok orang-orang yang membentuk kelompok tertentu yang bekerjasama untuk melaksanakan suatu usaha atau kegiatan.
·         “a system of authority”, yaitu organisasi sebagai sistem wewenang yang memberikan kekuasaan bagi setiap pejabat dalam melaksanakan tugasnya.
·         “a system of function”, yaitu sebagai sistem distribusi tugas sehinggaa masing-masing pejabat memegang tugas tertentu

Struktur Organisasi
Struktur dasar dari suatu organisasi tergantung pada ukuran perusahaan, sifat usaha, dan kerumitan dari masalah-masalah yang dihadapi. Bentuk struktur organisasi yang paling umum adalah :
            Organisasi Lini
            Bentuk organisasi yang paling sederhana yaitu garis lurus. Ciri-ciri yang penting sesuai dengan namanya, adalah bahwa jabatan-jabatanyang tercantum di dalam bagan organisasi terletak pada satu garis vertikal.
            Organisasi Staf
             Organisasi staf adalah suatu bentuk organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan dan fungsi memberi bantuan, baik berupa pemikiran maupun hal-hal lainnya, untuk kelancaran tugas pimpinan.


Cara penggabaran struktur organisasi menurut Henry G. Hodges sebagai berikut :
  1. Bentuk Piramidal
  2. Bentuk Vertikal
  3. Bentuk Horisontal
  4. Bentuk Melingkar


Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen
            Dalam rangka membentuk organisasi yang baik perlu diketahui dan diperhatikan asas-asas dalam organisasi, yaitu :
  1. Asas kesatuan komando
Suatu asas dimana tiap-tiap pegawai hanya mempunyai satu pimpinan, agar tugas-tugas yang diberikan dapat dilaksanakan.
  1. Span of control
Untuk memberi batas kemampuan seorang pimpinan untuk dapat mengatur dan mengawasi bawahannya.
  1. Pembagian kerja secara homogeny
Bermacam tugas dalam organisasi harus dibagi-bagi sedemikian rupa

Pengertian Actuating
Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Jadi, actuating merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.


Prinsip-Prinsip Actuating
1.  Beorientasi pada tujuan organisasi
2. Pengawasan harus objektif, jujur dan mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi
3.  pengawasan harus berorientasi pada kebenaran menurut peraturan yang berlaku
4.  pengawasan harus menjamin hasil guna dan daya guna
5.  pengawasan harus terus menerus
6.  pengawasan harus berdasarkan standar yang ojektif, teliti dan tepat.

Pentingnya Actuating
§  menciptakan kerjasama yang lebih efisien
§  mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf
§  menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
§  mengusahakan suasana lingkungan kerja yang dapat meningkatkan motivasi kerja
§  membuat organisasi berkembang secara dinamis









Definisi Pengawasan ( Controlling )
Pengawasan merupakan suatu proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Pengawasan manajemen adalah usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, membandingkan kegiatan nyata dengan tujuan perencanaan, membandingkan kegiatan nyata dengan standard yang ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyipangan serta mengambil tindakan koreksi yang
diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan baik dan benar.

Tipe – tipe Controlling
Pengawasan dibedakan menurut sifat dan waktunya :
1)      Preventive control
Pengawasan dilakukan sebelum kegiatan dilaksanakan. Pemimpin mengawasi perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan hingga persiapan yang dilakukan, termasuk rekruitmen anggota.
2)      Repressive control
Pengawasan yang dilauka dari pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan mengawasi hasil yang dari pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi dan laporan yang didapat.
3)      Pengawasan saat proses dilakukan
Pengawasan yang dilakukan bersamaab dengan proses, sehingga langsung mengikuti proses koreksi jika ada penyimpangan
4)      Pengawasan berkala
Pengawasan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu berdasarkan kesepakatan
5)      Pengawasan mendadak
Pengawasan yang dilakukan secara tiba-tiba untuk melihat kinerja staff sehari-hari dan menghindari terjadinya penyimpangan
6)      Pengawasan melekat
Pengawasan yang dilakukan secara dekat terhadap staff, hal ini sering dilakukan untuk tujuan yang spesifik dan bersifat khusus.

Langkah-langkah dalam controlling
1.  Menentukan standar yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian.
2.  Mengukur pelaksanaan atau hasil yang sudah dicapai dengan melaksanakan evaluasi terhadap kinerja serta kompetensi SDM
3.  Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar
4.  Kembali membandingkan hasil pelaksanaan kegiatan dengan tujuan awal kegiatan tersebut dilaksanakan, dan mengukur capaian keberhasilannya.
5.  Melakukan tindakan perbaikan
6.  Jika ada kesalahan atau penyimpangan segera lakukan perbaikan
7.  Meninjau dan menganalisis ulang rencana
8.  Kembali membuat rencana baru jika terjadi penyimpangan




Sumber : Herujito, M Yayat. 1998 . Dasar-dasar Manajemen. Yogyakarta : BPFE
                 Sedyana. 1998. Manajemen dan Organisasi Produksi. Jakarta : Erlangga
                

Rabu, 09 Oktober 2013

TULISAN PSIKOLOGI MANAJEMEN


KASUS I :

Perusahaan ponsel pintar makin lama makin ditinggal oleh penggemarnya. Sepertinya perusahaan ini mempunyai pesaing ketat.  Pada tahun 2000-an ponsel ini dianggap ponsel yang paling canggih, sekarang kecanggihan tersebut seakan pudar. Rencananya perusahaan ini akan meluncurkan produk terbarunya, namun setelah melihat perkembangan jaman yang semakin meningkat dan kecanggihan ponsel lain lebih menarik, perusahaan mengundurkan peluncuran ponsel terbarunya. Memang, dilihat dari kualitasnya ponsel ini hanya punya 1 kelebihan namun ponsel dengan merk ternama lainnya lebih unggul kualitasnya dengan posel tersebut. Sehingga masyarakat lebih menarik menggunakan ponsel yang lebih canggih.

                Menurut saya kualitas ponsel ini cukup, namun sepertinya perusahaan ini tetap tidak mau berevolusi dengan meluncurkan fitur-fitur yang lebih menarik masyarakat. Perusahaan hanya terpaku dengan 1 kelebihan yang dimiliki dari ponsel ini, sehingga perusahaan lain lebih mempunyai keberanian untuk meluncurkan ponsel dengan kualitas yang lebih menarik. Seharusnya manajemen produksi harus selalu melihat perkembangan teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat jangan melihat dari satu sisi keunggulannya namun bisa mencoba hal yang baru demi kemajuan perusahaan. Kebanyakan masyarakat memilih membeli ponsel tersebut dikarenakan fitur-fiturnya lebih menarik, dari segi kegunaannya, dan dari segi produknya. Meskipun harga ponsel tersebut lebih mahal dari pada ponsel ini, masyarakat tidak perlu memikirkan panjang untuk membeli ponsel yang lebih baik, nyaman, dan membuatnya tidak bosan.

KASUS II :


Perusahaan elektronik asal Jepang diprediksi akan kembali merugi dikarenakan keuangan yang berakhir pada Maret 2013 nanti. Hal tersebut meleset dari perkiraan awal tahun keuangan lalu yang memproyeksikan akan menghasilkan laba Rp 6 triliun tahun ini. Kerugian tersebut dipicu oleh permintaan elektronik di Jepang yang semakin menurun. Keputusan tersebut juga telah mengakibatkan restrukturisasi di sektor lain tahun lalu. Sektor tersebut dianggap tidak menguntungkan lagi untuk perusahaan elektronik ini. Selain itu, perusahaan tersebut juga menerima beban pajak yang tinggi yaitu JPY 412,5 miliar atau sekitar Rp 49,6 triliun.

Menurut saya perusahaan tersebut kurang memperhatikan masalah keuangan perusahaan. Manajemen keuangan perusahaan elektronik ini juga tidak bisa mengatur bagaimana seharusnya perusahaan ini agar tidak sampai kekurangan dana dalam mengelolah atau memproduksi produk yang canggih. Jangan hanya dengan perkiraan tapi harus benar-benar teliti mengelolanya. karena jika dengan perkiraan maka hasilnya juga tidak pasti tetap berjaya atau tidak perusahaan tersebut.



sumber : 10 perusahaan yang bangkrut www.sumbermerdeka.com

PSIKOLOGI MANAJEMEN



Tugas I
1 .      Apa itu manajemen?
Jawab : Manajemen adalah proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau juga sumber.
2 .      Jenis-jenis manajemen?
Jawab : - Manajemen Pemasaran : kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang                                                      pada intinya berusahan untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
             -  Manajemen Produksi   : penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
             -  Manajemen Keuangan : kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara konomis yaitu diukur berdasarkan profit.
             -  Manajemen Informasi  : kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang.
3 .      Apa itu kepemimpinan?
Jawab : sebagian dari manajemen, tetapi tidak seluruhnya kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain sehingga orang tersebut dengan penuh semangat berusaha.

Tugas II
1 .      Apa itu perencanaan?
Jawab : proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
2 .      Manfaat perencanaan?
Jawab : - membantu manajemen unyuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
 - membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
 - meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
 - manajer dapat memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
 - standar pelaksanaan dan kepegawaian.
3 .      Jenis-jenis perencanaan dalam organisasi?
Jawab : pembagian jenis rencana dapat dilihat dari antara jenis rencana yang dibuat dan keputusan yang dibuat. Pada saat perusahaan berhubungan dengan berbagai aktifitas/masalah yang membutuhkan keputusan rutin, perusahaan dapat membuat rencana yang bisa diterapkan untuk mengatasi berbagai aktivitas atau masalah rutin tersebut. Proses pembuatan rencana akan dijelaskan sebagai berikut:
-          Menetapkan tugas dan tujuan
-          Observasi dan analisa
-          Mengadakan kemungkinan-kemungkinan, seperti kemugkinan besar biaya, lamanya penyelesaian dan efektivitas-efektifitas lainnya.

-          Menentukan sintesa 

                                                                                                                                      

Sumber : Herujito, M Yayat. 1998 . Dasar-dasar Manajemen. Yogyakarta : BPFE